cekidooot
hehe baru sempet bikin piku nya ... enjoy
part III - END
Donghae pov
“hyukkie .. pssst..” panggilku dari balkon. Siwon hyung baru pulang dengan wajah yang … eumm 100% masih ganteng seperti biasa.
“datang ??” kata hyukjae pelan. Aku mengangguk dan melepaskan teropong yang sedari tadi ku gunakan.
Rencana kami adalah …
“hyukkie, aku masih kurang mengerti rencananya ..”
“yaissh .. dasar babo ..”
“kau terlalu berbelit-belit tadi..”
“sudah lah .. ayo masuk dulu ..” hyukjae menggenggam tanganku dan mengajakku masuk ke dalam. Jantungku berdebar kencang. Oh Tuhan, aku tidak bisa seperti ini terus.
Rencana yang pertama, tidak mencoba berinteraksi dengan Siwon hyung.
Di ruang latihan dia banyak terlihat diam tidak seperti biasa. Bahkan sepertinya Siwon hyung sudah tidak berminat dengan cermin, tak sedikit pun ia menoleh ke hadapan cermin. Lama-lama aku sangat heran dan ingin bertanya apa yang terjadi. Bila siwon ke ruang latihan tanpa memperhatikan cermin sedetik pun .. itu adalah hal luar biasa.
Ketika aku mencoba melangkah mendekati siwon hyung, hyukkie meraih lenganku.. dan kemudian menggeleng. “Itu adalah trik nya agar kita menyapanya lebih dulu.”
Waa hyukkie, ternyata pintar. Aku tak berfikir sejauh itu.
Satu hari.. dua hari .. dan beberapa hari selanjutnya.
Siwon hyung tetap aneh. Aku bahkan merindukan gesturenya. Akhirnya tanpa sepengetahuan hyukkie aku menyapa siwon hyung.
“hyung.. kau ada masalah ?”
Siwon memutar bola matanya dari handphonenya ke padaku. Tiba-tiba bulu kuduk ku merinding saat ia menatapku, atau … aku menengok ke belakang, dan ternyata yesung hyung ada di belakang ku.
“donghae benar. Kau aneh ..” kata yesung hyung lalu memegang pundakku. Tangannya dingin seperti hantu.
“hyunggg .. kau menakutiku… “ kataku.
“a….” siwon mulai membuka mulutnya.
“menakuti bagaimana ??” Tanya yesung hyung memotong apapun yang siwon hyung akan katakan.
“kau muncul secara tiba-tiba ..”
“benarkah .. aku tadi mengambil air .. dan kemudian memperhatikan kalian..”
Dan blablabla aku sampai lupa bahwa kami sedang bertanya kepada siwon hyung. Sedangkan orang yang di interogasi sudah pergi entah kemana.
Aku memutar kepalaku ke seluruh ruangan mencari tanda-tanda siwon hyung pergi.
“yaaa~ hyung .. semua gara-gara kau terus saja berbicara sampai siwon hyung pergi tanpa berbicara sedikitpun “
Tak ada balasan. Aku melirik ke belakang punggung ku. Dari tadi yesung hyung masih disitu memegang punggungku dengan tangan dinginnya.
“hyuung ??” bulu kudukku mulai merinding.
“hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~” aku langsung lari terkocar-kacir ke kamar hyukjae.
Hyuk kaget langsung menutup paksa laptopnya. “ ada apa ?” tanyanya sedikit berkeringat.
Yaaaaa.. pasti si yadong ini sedang menonton porn.
“ha … hantu hyukkkk ~”
“kalau maksudmu yesung hyung ….”
Aku langsung menggeleng tanpa menunggu kalimat hyuk selanjutnya.
Hyukjae menggigit bibir bawah nya. Terlihat cute.
“lalu ?” dia menggosok-gosok lehernya. Pasti bulu kuduknya ikut berdiri.
“siwon hyung dan yesung hyung langsung menghilang begitu saja dihadapanku..”
Hyukjae memicingkan matanya ke arahku. “ayo aku antar ke psikiater..” katanya merangkulku keluar kamar.
“hyukjae .. aku tidak gila …” bantahku. Padahal beberapa minggu ini aku sangat ingin pergi ke psikiater.
Bom pov
Dua hari yang lalu aku masih melihat ‘kuda’ itu menstalk ku dari café seberang sana.. tapi beberapa hari ini ia tidak muncul. Mungkin uangnya habis, makanan di café itukan lumayan mahal-mahal, padahal penyajiannya hanya sedikit, rasanya standar lagi ..
“nuna ya ..” sapa suara bass serak-serak basah TOP. Dia tersenyum ke arahku yang membuat semua lamunan ku buyar.
“hai ..” kataku kaku.
“tadi ada dua orang aneh yang memberikan ini .. katanya dari eunhae oppa..” kata TOP memberikan sebuah kado.
“eunhae oppa …?? Sepertinya aku tidak kenal” kataku menerima bingkisan itu. Seuah kado yang cukup besar.
“benarkah ? eumm aku tidak yakin.. aku sering melihat kedua orang itu bersama mu .. kau tahu .. eum .. kalau kalian bersama di taman itu, kau kelihatan seperti ibunya mereka.” Kata TOP panjang lebar. Sesekali ia memainkan tangannya seperti berpidato. Atau memang begitu ya cara seorang rapper berbicara, lain kali bila chaerin berbicara panjang lebar, aku akan memperhatikannya.
“aaa .. kedua bocah itu .. aishhh .. eunhae oppa apanya …~” kataku mengingat kedua bocah itu.
Lalu TOP pamit untuk latihan.
Aku segera membuka kado ini. isinya … sangat ke kanak-kanakan .. foto doghae oppa dengan tulisan donghae oppa dibawahnya, hish oppa apanya, ini sih foto anak laki-laki umur 7 tahun. Kemudian foto eunhyuk oppa, tentunya dengan tulisan eunhyuk oppa dibawahnya .. kalau ini .. anak laki-laki berumur 13 tahun. Dan foto terakhir adalah foto si ‘kuda’ dengan wajah aneh dan tulisan wanted dibawahnya ala-ala buronan .. hahaha aku tak bisa menahan tawa melihatnya. Apa maksud dari semua ini.
Tiba-tiba handphone ku berbunyi. Ada sms masuk.
‘bom ya .. kau harus pajang fotonya baik-baik .. oppa akan segera debut .. kita tidak bisa bertemu sering-sering .. jaga dirimu .. salam sayang – hyukjae oppa’
‘bommie ya .. kita akan bertemu lagi kan ? bommie ya .. tunggu oppa sebentar lagi akan menjadi terkenal.. jaga dirimu ya – donghae oppa’
Yaishhh .. apa-apaan semua ini … aku segera membalas sms kedua orang aneh itu.
‘baguslah akhirnya kalian debut dan menjadi sibuk, asal kalian tahu, teman ku mengatakan kalo aku lebih pantas jadi ibu kalian bukan dongsaeng kalian.’
Dan send.
Aku melihat kadonya, foto ku, foto ku, foto mereka.. hampir semua isi dari kado ini adalah foto. Nama group mereka adalah Super Junior 05. Dan si ‘kuda’ itu merupakan member yang paling ganteng dari semua orang yang berdiri di foto. Begitu banyak member group ini.
Handphone ku bergetar lagi. Kedua bocah itu membalas sms ku.
Tanpa membacanya aku segera membalas. ‘panggil aku eomma’
2011
Bommie pov
Banyak tahun yang sudah ku lewati. Mendapatkan banyak awards, dan segalanya yang aku inginkan pada saat trainee dulu. Mengingat masa trainee aku selalu mengenang kedua bocah yang selalu menyusahkan ku. Aku tak pernah bercerita pada member 2NE1 lainnya tentang ini, tapi mungkin mereka tahu sedikit cerita antara aku dan anggota boyband yang mendunia itu. Iya , super junior eunhyuk dan donghae. Dulu mereka adalah bocah hyukjae dan bocah donghae. Aku sampai tak bisa berkata apa-apa lagi bila tiba-tiba kami berpapasan disuatu acara maupun di backstage. Yang aku tahu gummy smile hyukjae masih tetap yang sama. Wide smile donghae juga. Dan siwon, si kuda yang tak terlupakan pula. Beberapa waktu lalu siwon sempat mendekatiku, pada acara penutupan konser tahun baru.. dia mendekatiku bertepuk tangan dan tersenyum ke arahku.. lalu GD dan TOP menghampiri sehingga ia pun akhirnya menjauh. Hehehe sepertinya dia suka aku ?
“unnie .. sebentar lagi bagian kita ..” teriak CL memanggilku yang masih termenung mendengarkan music.
“NEEE…” teriak ku bersemangat.
2NE1 sedang comeback lagu Ugly. Setiap akan comeback aku selalu mendapat kan sms dari nomor tak dikenal yang membuatku selalu merindukan masa trainee.
‘eomma .. himnaeseyo … ‘
Bahkan aku tak punya anak. Tapi aku bahagia dipanggil eomma.
“itu siapa ??” Tanya minzy yang tiba-tiba muncul di belakangku. Mungkin dia berfikir aku benar-benar punya anak.
“sms nyasar.. heheh .. kaja mingki ya ~”
Eunhyuk pov
Aku berada di gedung KBS, dan Bommie nuna juga sedang ada disini. Apakah aku harus menemuinya.. kami hanya beberapa kali bertemu dan mengobrol sesekali. Rasanya tidak enak, aku ingin bisa bebas berbicara dengannya seperti dulu.
‘myeochil, kau dimana ? aku laparrr .. ayo makan bersama’ dari samho a.k.a donghae nae jagiya.. hahahha aku sampai tertawa terbahak-bahak setiap donghae menghubungiku karena dia sendiri yang mengubah nama kontaknya di hpku. Aku pun membalasnya dan kami berencana pergi ke handel and Gretel diseberang gedung KBS ini.
Ketika aku melangkahkan kaki ku keluar, aku melihat mereka. 2NE1 dikerubungi fansnya. Bommie nuna tampak cantik terlihat dari arah manapun.
‘eommaaaaa.. menengoklah kea rah kiri’ aku segera mengirim sms kepada bommie, dan berdiri mematung dengan beberapa stalker yang terus mengikutiku.
Dan dia melihat ke arahku. Kami hanya saling tersenyum. Aku pun segera membungkukkan badanku, dan menunjuk kea rah handel and Gretel dan segera pergi. Para stalker akan segera menyelidiki apa yang terjadi bila aku terlalu lama disana. Padahal kan kami tidak berpacaran tapi mengapa hal ini harus disembunyikan ? aku heran dengan diriku sendiri.
“myeochiiiilll~~” teriak donghae yang tersenyum sangat lebar. Ia duduk bersama ELF disana. Mereka terlihat sangat bahagia. Kau bisa bayangkan seseorang mendapat jackpot milyaran rupiah ? seperti itulah wajah mereka. Aku sampai terharu melihatnya.
“oppa akan duduk disana bersama eunhyuk oppa.. tidak apa kan ?” Tanya donghae lalu memegang tangan salah seorang ELF. Mereka mengangguk dan sepertinya menahan jeritan. Biasanya ELF-ku akan sangat berisik.
Aku pun duduk bersama donghae di pojok café. Aku ingin menceritakan bahwa aku bertemu dengan Bommie nuna, tapi café ini terlalu ramai. Akhirnya kami hanya makan gratis disana. Hahaha. Eomma nya yesung hyung sangat baik seperti ibu kami sendiri. Apalagi donghae yang ibunya tinggal di mokpo, bila dia rindu ibunya dia akan datang ke eommanya yesung hyung.
Kami berjalan pulang dan akhirnya aku bisa menceritaka kejadian itu. Donghae hanya menatapku seperti akan menangis. Dasar bocah cengeng.
“kita harus bertemu Bommie nuna sekali-sekali.” Kata donghae dengan mata sayu-nya masih menatap ke arahku.
“tapi kau tahu kan ada berapa stalker yang mengikuti kita, belum lagi stalkernya Bommie nuna..”
“jam 3 pagi..”
“aku menanyakan stalker kau malah menjawab jam … hehhh ..”
“hyukkie babo … maksudku ayo kita bertemu ditaman jam 3 pagi.. para stalker juga butuh tidur kan ..”
Aku melirik ke arahnya seakan tidak percaya. Apa donghae sudah gila,, jam 3 pagi… bukan stalker saja yang butuh tidur, aku, Bommie nuna .. dan semua orang butuh tidur .. aku menggeleng keras.
“tidak.. aku tidak mau”
Keesokan harinya.
3AM.
“hae .. dingin…. Mengapa hal gila ini terjadi .. bahkan salju pun sepertinya sedang tertidur pulas” kataku meremas-remas tangannya yang menggenggam tanganku untuk menghangatkan diri.
“diamlah hyuk … kau tidak tahu untuk menghalau rasa dingin kau harus diam ..” beberapa kepulan asap donghae terlihat indah.
Kami saling rangkul, saling peluk untuk lebih menghangatkan diri. Musim dingin kali ini benar-benar terdingin sepanjang masa. Taman ini berubah menjadi tumpukan salju. Tidak terlihat seperti taman kami yang biasa.
“psssttt..”
Tiba-tiba seseorang memanggil kami. Aku dan donghae saling pandang.
“eommaaa …” kataku pelan. Kami berjanjian di taman ini dengan password eomma bila ada seseorang yang menghampiri.
“eomma ya ~~” kata donghae kali ini. orang itu belum merespon. Orang itu memakai segala macam pakaian dingin yang ada di lemarinya. Kukira ia adalah lemari berjalan. Hehehe dia terlalu membungkus dirinya.
“eunhae oppa ..” tiba-tiba suara itu merespon.
Eunhae oppa … apakah itu fans kami… jadi itu bukan Bommie nuna. Aku dan donghae saling pandang, donghae memicingkan matanya kea rah kanan, artinya.. ayo hyuk kita berlari ..
Dan kami pun berlari… orang itu mengikuti kami..
“kami bukan eunhae.. kami bukan eunhae.. benarkan hyuk ?” Tanya hae sambil berteriak dan berlari.
“donghae benar, kami bukan eunhae.. eunhae .. siapa itu ..” timpalku berlari dengan kencang. Syukurlah orang itu berlarinya lelet sekali karena berbagai macam baju dingin yang ia gunakan.
“YAAAA .. EOMMA NAEGA .. YAAAA~ OMAYGAAD..” teriak orang itu.
“omaygad ?” donghae langsung berhenti dari sprintnya, aku yang berlari dibelakangnya dengan kecepatan penuh langsung menabrak.
“kenapa berhenti mendadak.. huh ..” tanyaku kehabisan nafas.. sampai tidak terasa dinginnya udara disekitar kami.
“YAAA ~~~ AISH BOCAH INI … EOMMA YA ~~ NAEGA EOMMA ~~” teriak orang itu alias barulah kami tahu itu Bommie nuna. Dia berlari sebisanya dan sepertinya sangat lelah, setelah melihat kami berhenti berlari diapun segera duduk di hamparan salju. Lalu ia membuka syal supertebal nya sehingga kami bisa melihat wajahnya. Iya . itu Bommie nuna. Aku kira yang duduk dihadapanku adalah putri salju, Bommie nuna sangat cantik.
Donghae pun terpesona sepertinya. Kami hanya terdiam.
“YAAA ~~ CEPAT BANTU AKU BERDIRI… AKU SANGAT LELAH ..” teriaknya. Aku rindu teriakan ini.
Kami pun berlari menghampirinya dan membantunya berdiri.
“nuna … kau mengagetkan kami .. mengapa memanggil kami oppa ..” kata donghae, tangannya masih memegangi tangan Bommie nuna. Aku segera melepaskan pegangan tangan tersebut. Tapi donghae menggenggamnya erat. Dasar bocah ini.
Aku pun tak mau kalah, segera memegangi tangan Bommie nuna.
“issssh … lepaskan ..” berontak Bommie nuna. Sebelum aku dan donghae terlempar beberapa meter, kami segera melepaskan genggaman kami.
“aku hanya mengageti kalian.. lagian aku Cuma iseng, dan ternyata kalian berlari secepat itu.. aisshhh sangat melelahkan.. hahahha” katanya sambil tertawa. Beberapa kepulan asap kekuar dari mulutnya, kau bisa bayangkan bagaimana cantiknya Bommie nuna saat tertawa.
“hanaboman ..” kata donghae pelan, dia memperhatikan salju.. sepertinya air matanya membeku, dia ingin menangis, aku tahu.
“mwo ?”
“panggil kami oppa sekali lagi..” timpalku.
Bommie nuna hanya tertawa. Ia pasti menganggap ini lucu. Tapi aku sudah cukup senang tadi ia sempat memanggi kami oppa.
“yaaa .. bogosippoo …” seru Bommie nuna lalu merangkul kami. Setelah sekian lamaaaaaaa akhirnya dalam hidupku aku diranngkul Bommie nuna. Ini seperti mimpi yang setiap malam mendatangiku.
Donghae menitikan air mata cengengnya, bommie nuna hanya terisak, dan aku ikut menangis. Bukankah sangat bahagia bertemu seseorang yang selalu kau sayangi setelah sekian lama tidak bersama padahal kami ada di Negara yang sama, di kota yang sama, dan sering bertemu tapi tak menyapa. Ini seperti mimpi, terimakasih untuk ide gila donghae hingga kami bisa berkumpul seperti ini. kadang si bodoh itu pintar juga.
Kami membicarakan banyak hal, kami membuat peri salju, menuliskan nama kami di salju membuat boneka salju dan lain-lain. Pagi terindah dalam hidupku. Tidak terasa matahari mulai menyingsing dari ufuk timur.
“sudah pagi pulang lah sebelum ada yang melihat..”
Aku mengangguk dengan berat hati.
“eomma … “ rengek donghae. “josimhaseyo …”
“eomma . saranghae ….” Teriak aku dan donghae disertai cicicuit burung yang terbangun dari hibernasinya. Kami berjalan berlawanan arah. Bommie nuna hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Aku dan donghae berjalan dengan berat hati sambil beberapa kali menengok ke belakang. Bommie nuna sama sekali tidak melihat balik kea rah kami.
“OPPPAAAA” tiba-tiba teriakan dibelakang kami. Aku dan donghae langsung berbalik. Kali ini kami tahu itu bukan suara ELF-kami melainkan Bommie nuna.
“josimhaseyo … nado saranghaeyo oppadeul ….” Teriaknya yang diikuti dengan gukgukan anak anjing terdengar sangat cute. Rasanya ingin kembali mendekatinya dan memeluknya seperti beberapa jam yang lalu.
Donghae menghapus air matanya, dan kami pun berjalan pulang. Dada kami membusung ke depan penuh rasa bangga dan bahagia. Bommie nuna akhirnya memanggil kami oppa.
“YOROBUNNN … DEOTDA OPPA ..” teriak donghae yang diikuti dengan kokokan ayam pagi. Pagi ini para binatang ikut merasakan bahagianya kami.
END

No comments:
Post a Comment
komen yuk ! i'll hear you roar !