Tittle : Oppa or Eomma
Author : mayya umay
Genre : romance, humor, fluff, drama, sad, etc
Author : mayya umay
Genre : romance, humor, fluff, drama, sad, etc
Cast: Eunhyuk, Donghae, Park Bom, Siwon, Superjunior, etc
Rating : PG-13
Part I
Park Bom pov
“panggil aku oppa …” rengek donghae.
Aku hanya memalingkah wajahku ke bocah satu lagi disamping ku.
“panggil aku oppa ….” Rengek hyuk jae.
Aku menunduk menarik nafas dalam-dalam.
“yaa hyuk, aku duluan …”
“tidak bisa hae .. aku duluan ..”
“aku..”
“aku… yaaa…”
“issshhh monyet ini ..”
“yaaa .. kau ~ kau ~…”
Kedua orang ini menarik-narik tanganku sambil berteriak kesana-sini.
“DIAAAAAMMMMMMMMMMMMM!!!” teriakku melepaskan lenganku dari genggaman mereka.
Tak ku sangka tenagaku sangat besar. Aku sangat marah kepada dua bocah ini. Bocah. Iya, tentu saja bocah. Kedua bocah ini terpental setengah meter dariku. Heheh rasakan!
“YA~~ aku ini Park Bom!! Aku ini dua tahun lebih tua dari kalian .. apa kalian tahu ??? herrr . menyebalkan !”
“bom- eh .. noona ya ~” timpal donghae pelan. Rupanya dia masih ketakutan karena ledakan amarahku tadi.
“apa lagi hah ?” jawabku judes.
“ah~ oebso.. hehehe”
Isshhh .. bocah-bocah ini ! sampai kapan mereka mengikutiku. Masih banyak yang harus ku lakukan, selain belajar dan berlatih. Aku ini seorang Trainee YG entertainment, sedangkan mereka adalah Trainee SM entertainment. Berdasarkan aturan yang walaupun aku malas untuk tahu, tapi yang aku tahu bahwa seorang trainee tidak diperbolehkan berpacaran. Maksudku, kami tidak berpacaran. Ayolah, mana mungkin aku berpacaran dengan kedua bocah ini, memangnya aku pedo .. lebih baik aku mengencani TOP, taeyang atau GD saja bila aku seorang pedofil. Tapi aku sangat lelah mereka terus mengikutiku kemana-mana.
“bom- yaaaa~ “ rengek hyukjae kali ini.
Aku memalingkan wajah kesal ku. Entahlah, sekesal-kesalnya aku pada kedua bocah ini, aku tetap tak bisa menahan tawa melihat mereka. Bukankah ada sesuatu yang selalu membuat mu ingin tertawa melihat seorang hyukjae ?
Hyukjae tertawa, memperlihatkan gusi merah jambunya.
“noona ya ~~~ “ rengek donghae yang kali ini berpindah disebelah hyukjae. Lalu mereka berdua membentuk love dengan tangan mereka. Pfhhh menggelikan. Dan aku tetap tak bisa menahan tawa.
“sudahlah ~~ aku harus segera pergi ..jangan memaksa ku lagi memanggil panggilan menggelikan itu pada kalian .. “
“tapi, memang apa susahnya ..”
Donghae hanya ikut mengangguk pada pertanyaan hyukjae.
“isssshhh … pokoknya tidak akan pernah !” bentak ku pada kedua bocah ini. lalu aku segera pergi meninggalkan mereka. Dibelakang ku, mereka masih berbisik-bisik.
“Donghae ya, kau tahu kan bom itu golongan darahnya AB ?”
“apa.. pantas saja galak seperti Heechul hyung”
“iya.. menyeramkan..”
“YAAA! “ teriakku pada mereka. Padahal jarak kami sudah agak jauh tapi bisikan mereka masih saja terdengar. Ishh mereka berbisik apa bertertiak-teriak sih. Aku memelototi mereka dengan kedua bola mataku yang besar sambil mengacung2 kan kepalan tanganku. Mereka menyilangkan kedua tangannya di atas mulut. Awas saja kalau masih membicarakan ku.
************************************************************************************
Lee hyukjae imnida. Cool dancer, oh ralat, Iam a Goddes of dancer, dan satu lagi, seorang rapper terkenal nantinya. Ya, aku belum debut sekarang, tapi aku yakin suatu hari nanti aku dan teman-temanku akan menjadi artis terkenal seKorea, international mungkin ? seperti Michael Jackson, itulah impianku.
“hyuk-ah .. “ sapa siwon hyung sambil melambaikan three fingers nya kearahku. Jangan tanyakan bagaimana dia. Dia adalah .. Bila aku dewa, dia mungkin adalah Tuhan. Maksudku, aku agak kalah ganteng dengannya. Benarkan ? baiklah. Aku tahu aku tidak ganteng. Kalian puas ?
Tapi.. sebenarnya aku cukup ganteng, dengan gummy smile ku, sexy jaws, dan pastinya sexy body tiap poppin’ dan meliuk-liuk di lantai dansa. Aku yakin, nantinya akan banyak fans kami yang sangat mencintai “kegantengan” yang ada padaku.
Tapi… kenapa dia tidak suka yah.. maksudku … Park Bom. Dia itu, cantik …….. sexy, body nya .. waw, kalau soal suara sudah pasti aku yakin seantero Korea akan mencintainya. Sayangnya dimatanya aku hanyalah seorang bocah. Aku sangat ingin ia melihatku sebagai pria. Lelaki, oppa.
“wae geurae? Melamun sambil cengengesan seperti itu “ Tanya siwon hyung mendekatiku. Aku baru tahu dia memperhatikanku. Biasanya dia duduk atau berdiri didepan cermin selama setahun, maksudku.. sangaaaaaaat lama untuk memperhatikan bentuk tubuhnya yang Woah .. kapan aku memiliki tubuh sekeren dia . ishh … sudahlah ..jangan pikirkan hal seperti itu hyukkie, jangan.. jangan… aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
Siwon mengangkat kedua alis tebalnya yang artinya kira-kira ‘apa yang anak jelek ini pikirkan sambil menggeleng2kan kepalanya melihatku’ atau mungkin saja alisnya memang sudah terangkat seperti itu sejak lahir ? siapa tau..
“hehe eobso.. apa kau melihat donghae?”
“dia bersama teuki hyung tadi..”
“oh ..”
Baru saja aku melangkahkan kakiku beberapa langkah, siwon memanggilku lagi.
“hyukki..”
“ne ?”
“a… ummm ..”
“ne?”
“apa kau bertemu Park Bom hari ini ?” siwon memutar bola matanya kea rah jam dinding saat menanyakan Bommie. Aku melirik jam dinding, siapa tahu disana ada cicak sedang kawin makanya siwon melirik kesana. Yadong detector-ku berjalan cepat.
“tidak” jawabku cepat saja lalu mempercepat langkahku. Issshh .. ada apa dengan lelaki2 ini, mengapa semuanya menanyakan Bommie, apa mereka suka .. tidak boleh ! siwon tidak boleh menyukai Bom ! aaaa aku tidak bisa bersaing dengannya, dia itu .. dia terlalu sempurna untuk Bom, aaa
BUGH. Aku tak sadar apa yang terjadi.
“hyuk-ah ..” donghae mengedip-ngedipkan matanya. Bulu matanya yang panjang terlihat mempesona. Aku tak pernah melihat donghae sedekat ini. Donghae memperhatikanku yang masih termenung. Barulah aku sadar kalau aku tertindih badannya, dan sakit.
“yaa…. Bisakah kau berdiri.. “
“tidak, aku suka seperti ini” katanya tersenyum sangat lebar seperti akan memakan kepalaku yang tepat dihadapannya.
“tanganku patah, ah … ah.. punggungku …”rengekku.
Seketika donghae membuka matanya lebar-lebar lalu segera bangun dari posisi tindih menindih ini.
“hyuk ah gwaenchana ?” tanyanya, kedua alisnya keriting saat khawatir, lucu.
“mehrong” kataku memeletkan lidahku lalu berdiri dengan gerakan-gerakan cepat seperti ngedance.
Donghae segera merangkulku. “aku takut kau kenapa-kenapa”
Dasar bocah ini. dia ini tentu saja bocah.
“apa kau mencintaiku ?” tanyaku, kami berjalan menyusuri ruang latihan.
Donghae menoleh ke arahku, matanya tertuju lurus langsung ke mataku, tatapannya sangat serius seakan tidak ada oksigen diantara kita, seketika jantungku berdetak terlalu kencang, darah mengalir dengan cepat, dan sesak. Aku langsung menengok ke belakang, takutnya yesung hyung ada disana, ternyata tidak. Donghae dapat membuat aku merasakan aura ini, woah aku tak menyangka.
“hae ?”
“….” No respon. Donghae menatap ku tajam.
“hae ?? hello … ada donghae ??” panggilku lagi sambil melambai-lambaikan kedua tanganku seperti minta tolong.
Donghae menggeleng keras. “eh .. sampai mana tadi ?”
“puahahahahahah” aku tak bisa menahan tawa. Apa yang sedang terjadi. Donghae seperti kesurupan yesung hyung dan sebagian titisan dosen yang bengong ketika mengajarkan mahasiswanya dan bertanya ‘sampai dimana tadi’ hahahah kau bisa bayangkan wajah polos donghae ketika menanyakan itu.
Donghae hanya menggaruk-garukkan kepalanya sambil ikut tertawa.
“sudahlah .. lupakan ..” kataku bengek kehabisan napas karena tertawa.
“ish, kau ini”
“hae-ya .. siwon hyung menanyakan Bommie nuna padaku”
“APAAAA” teriak donghae. Bila ini adalah sinetron ala Indonesia, maka kamera sedang melakukan personal shoot dan zoom zoom zoom di wajah donghae yang kelihatan ganyante.
Aku hanya mengangguk keras. “Ini tidak bisa dibiarkan !” kataku menyulut semangat donghae untuk mencegah pendekatan siwon kepada Bom. Aku dan Donghae adalah fans Park Bom nuna.
“hyukkie, tidak ! tidak boleh !!!” donghae menggebu-gebu.
No comments:
Post a Comment
komen yuk ! i'll hear you roar !