Wednesday, December 14, 2011

oppa or eomma (eunhae & park bom, chapter II)

sebelumnya, maaf kalo garing gitu *krauk krauk*
(ʃ⌣ƪ) enjoy ~~ 


Donghae POV
Flower boy Donghae imnida~ lelaki cantik, suara halus, aku sangat multitalented, composer, rapper, dancer, singer, semuanya aku bisa. Dan untuk soal wanita, bila aku sudah menetapkan untuk menyukainya, dia harus menjadi milikku.
Bommie nuna, suara indahnya, badan sexynya, kulit putihnya, matanya, rambutnya, semuanya .. semua yang ada pada dirinya aku suka, walaupun ia agak “aneh” seperti heechul hyung, karena mereka type AB yang agak menyeramkan .. tapi aku menyukainya dan sampai akhir aku akan memperjuangkannya agar menjadi milikku. Seperti yang hyuk bilang, aku ingin Bom nuna, um .. maksudku Bom saja, tidak pake nuna, um … ya gitu lah ..aku ingin dia memanggilku oppa. Hehe entah harus berusaha sampai kapan.
‘Bummie ya .. sekarang ada dimana’ aku mengiriminya sms.
Secepat kilat handphoneku menerima balasan, hehe aku sampai senang.
‘tidak sopan sekali, seharusnya kau memanggilku noona !! tebak saja aku ada dimana kalau kau mau tahu’
Huk! Sulit untuk ditaklukkan.
‘noona .. appa mu itu seorang polisi ya ?’ tanyaku sok gombal ala jaman-jaman sekarang (eh lupa ini kan ceritanya jaman predebut, heheh peace)
Park Bom noona segera membalas ‘apa sih, mau ngengombal lagi.. emang kenapa :p’
“yes yes yes..” aku melompat kegirangan. Walaupun Bommie noona suka marah-marah ga jelas, tapi dia tak pernah bermaksud untuk benar-benar marah.
‘habisnya, kau memenjarakan hatiku, sehingga terkunci hanya untukmu ..<3 ‘ balasku dengan tanda hati.
‘hoeeekkkkssss’ balas Bommie noona.
Lalu sms selanjutnya tidak pernah dibalas.
“donghae ya .. smsan dengan siapa ?” Tanya siwon hyung yang tiba-tiba muncul dihadapanku.
“Bommie ..” aku memperhatikan wajah mupeng atau cool nya siwon hyung. “Bommie.. hyung .. iya .. Bommie hyung.. mc .. kau tahu kan ..”
“oh .. aku kira Park Bom .. ya ~~~” katanya memanggilku, karena aku segera meninggalkannya ke kamarku. Hufftttt~ hampir saja siwon mencoba mendekati Bom noona melalui ku. Tidak bisa ! tidak bisa bersaing dengan siwon. Flower boy secantik aku tidak bisa bersaing dengan kuda setangguh dia. Aaa tidak bisa. Aku menggeleng-geleng dengan semangat.
“BA!!”
“YAAA~~~ hyukjae!” mengagetkan ku saja, ku kira ada hantu titisan kera sakti dikamarku. Tiba-tiba wajah lucu hyukjae ada dihadapanku.
“hehehe” ia hanya nyengir memperlihatkan gusi merah jambunya, hal yang paling ku suka. Dan kemudian aku membeku. Sama seperti saat Hyukjae menanyakan sesuatu padaku beberapa hari lalu, ini aneh. Aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku. Apa aku menyukai Hyukjae ? aku harus segera menemui psikiater.
“hae ya ~~” panggil hyukjae menatapku aneh.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, mengingat apa yang terjadi.
“akhir-akhir ini kau aneh, apa kau sakit ?” hyukjae menyentuh wajahku, dahiku, memastikan aku tidak panas, atau dia ingin…...
Donghae~ya .. kau gila! Jangan berfikir sejauh itu …
Hyuk memperhatikan wajahku yang ganteng ini. aku ikut memperhatikan wajahnya, dia miring ke kanan, aku ikut miring ke kanan, bola matanya ke atas dan kebawah, dan aku pun mengikutinya.
Hyukjae menggeleng keras. “kau terlalu banyak bergaul dengan yesung hyung ? atau …”
Aku menggeleng.
“eum .. kau bertemu dengan siwon hyung ??” hyukkie mengernyitkan dahi. Kau tahu kan, siwon hyung adalah seorang … eumm .. cukup aneh.. gesture man, sekecil apapun gerakan yang ia buat itu merupakan hal yang bisa kau artikan.
Kali ini aku mengangguk keras.
“ckckckck..” hyukjae berdecak seperti cicak.
“hyukkie ya~~ ini gawat .. Siwon hyung tidak boleh sampai bertemu dengan Bommie nuna~”

Park Bom pov
Kedua bocah itu duduk diam di taman itu, kecuali.. mereka tidak diam tapi duduk  sambil mengayun-ayukan kedua kakinya seperti bocah.  Mereka pasti menunggu ku. Ini adalah taman dimana aku dan kedua bocah itu sering bersama, entah sejak kapan mereka mulai menghantui hidupku, dan anehnya.. aku nyaman dengan keberadaan mereka. Biasanya bila aku merasa terganggu, aku akan segera pergi dan mengatakan hal-hal yang pedas, yang sudah sepatutnya kan.
Aku memandang dua bocah yang melambai-lambai ke arahku. Aku menengok ke kiri kanan dan belakang dan berpura-pura tak kenal mereka. Mereka meloncat-loncat sambil menunjuk kotak nasi. Pfhhh bocah-bocah itu mau menyogok ku.
“nunaaa~~~~” teriak donghae.
“Bom yaaaaaaaaaaaa~” teriak hyukjae.
“kami membawa sushi …. Tapi hyukjae tidak mau bayar.. jadi hanya aku yang bayar ..” teriak donghae, atau mungkin lebih tepatnya protes.
Hyukjae menutup mulut lebar donghae dengan kedua tangannya dan hanya nyengir. Aku yakin, bila donghae mau, dia akan melahap tangan hyukjae saat itu juga, tapi … karena hyukjae tidak steril dan akan menimbulkan masalah kesehatan bila dimakan, maka hae tidak melakukannya. Kau tahukan .. hyukjae itu agak sedikit …. Sudahlah … itu tidak higienis untuk diperbicarakan.
“hae ya .. ini kan demi Bommie nuna .. lagipula tadi kau sudah setuju” bisik hyuk ke telinga hae yang sampai telingaku pun terdengar. Dasar hyukjae itu pelit sekali. Donghae mengangguk dan kemudian hyukjae melepaskan kedua tangannya dari mulut donghae. Secepat kilat, donghae langsung berteriak lagi. “nuunaa yaaa~ jangan dekat dekat hyukkie, dia belum mandi hari ini”
“yaissshhh” geram hyuk kesal dan mencoba menutup mulut bocah donghae ini tapi donghae segera menghindar.
Padahal tadinya aku hampir duduk di dekat hyukjae, tapi aku pindah ke sisi donghae sambil tertawa. Tingkah mereka selalu membua segalanya menjadi lebih mudah, dan membuatku melupakan masalahku.
“yaaa~ keluarkan sushinya .. aku tidak punya waktu yang banyak..” kataku melihat kedua bocah ini masih saja berselisih.
“aaaaaa” kata hyukjae menyodorkan chopstiknya ke arah ku. Tapi lumba-lumba donghae segera melahap sushinya. Iya, donghae meliuk untuk mendapatkan sushinya seperti seekor lumba-lumba. Bayangkan saja bila kau bisa.
“yaaa ~~~ “ geram hyuk lagi, dan cerita selanjutnya sudah pasti adalah pembantaian tom dan jerry.
Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka sehingga aku melahap sendiri sushi-sushi ini. dan tiba-tiba aku merasa kesepian ditengah keramaian ini. aku pun mulai meneteskan air mataku. Aku rindu ayah ibu ku atau mungkin aku menangis karena sushi ini sangat pedassssss.
“nuna ya~~~” tiba-tiba hyukjae menghentikan pertikaiannya dengan donghae dan melirik ke arah ku yang menangis. Donghae ikut melirik ke arahku. Dan kemudian mereka saling lirik dan tersenyum aneh.
“wasshaabiii~~” kataku sambil terisak menahan pedasnya sushi ini. “sshhh.. huah ..” air mata pun terus menetes.
“yaaa~~~ kalian mengerjai ku ..”
“benarkah ?” Tanya donghae yang kelihatannya sama sekali tidak mengerti.
“itu pedas ?” Tanya hyukkie. Mereka berbohong tidak tahu atau memang mereka tidak tahu kalau sushi ini pedas. Tapi, dilihat dari wajah bodoh mereka, mereka tidak mungkin berbohong.
“nih, makan saja bila tak percaya.. “ aku menyodorkan kotak makanannya.
Mereka hanya menatap kotak itu, dan menelan ludah bersamaan. GLUP. Begitu kedengarannya.
“nunaa~ ini kosong …” kata donghae, wajahnya terlihat sedih.
“oh .. “ kataku tanpa dosa. Dan kemudian hening.
“aku kan hanya memakan satu potong..” bisik hae pada hyukjae, bibirnya monyong ke arah kiri agar aku tak mendengar.
“aku bahkan belum memakan sepotong pun..” bisik hyuk yang bibirnya monyong ke arah donghae.
“kau kan tidak bayar jadi wajar ..” timpal hae yang bibirnya masih monyong miring kiri.
“HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH” aku berpura-pura menarik nafas panjang.
Merekapun terdiam.
“jadi, aku harus segera pergi..” kataku teringat jadwal latihanku yang sangat padat.
Hyukjae mengacungkan telunjuknya sambil membuka mulutnya lebar-lebar. “Kita hampir lupa, misi kita hari ini!” serunya.
Donghae diam saja.
“hae .. hae .. bagian mu ..” kata hyuk yang sudah berakting pol-polan.
Donghae melirik hyuk dengan ekspresi tak mengerti. Dan pasti setelah ini mereka bertengkar seperti biasa, jadi lebih baik aku segera meninggalkan keributan yang tak dewasa ini.
“YA !! bingo !” seru donghae tiba-tiba seperti ada lampu menyala diatas kepalanya.
Mereka lalu memberikan sebuah foto kepadaku. Eummm… dan siapakah orang ini .. ya .. lumayan ..
Mereka mengangguk-angguk dihadapan ku. Aku memperhatikan fotonya, lalu memperhatikan mereka. Mereka mengangguk lagi. Mereka menunjuk-nujuk fotonya dan mengangguk lagi. Apaun yang mereka lakukan, mereka mengangguk keras lalu sesekali menggeleng. Bila ini adalah percakapan antara alien, maka aku ingin segera pulang ke bumi sekarang juga.
“jadi…” kataku. Dan mereka tetap mengangguk. “kalian mau menjodohkan aku dengan orang ganteng ini ??” tanyaku. Dan tentu saja mereka mengangguk.
“ANNNNNIIIIIIIIIIIIYAAAAAAAAAAAA” teriak mereka bersamaan sambil menggeleng keras. Wajahku seperti terkena hantaman badai air liur mereka. Yucks.
Donghae langsung merebut foto itu dan meremas-remasnya.
“dia adalah kuda liar” kata hae kesal.
“huh ?”
“dia itu kuda yang sangat tangguh ..” kata hyuk ikut meremas fotonya.
“eh ?”
“pokoknya kau tidak boleh sekalipun behubungan dengannya ….” Kata mereka bersamaan. Dan mereka pun pergi sambil terus meremas foto itu. Aku hanya terdiam keheranan.
Apakah foto tadi itu kuda ? apa mataku sudah rusak ??
Sudahlah, tidak usah berteman dengan orang gila. Bommie ya .. kau sangat waras.. tidak usah berteman dengan orang gila… tekadku!
Aku berjalan pulang dan dalam perjalanan pulang aku melihat kuda. Eumm.. maksudku, manusia kuda.. atau mungkin memang manusia .. manusia yang dibilang kuda oleh kedua bocah tadi duduk memperhatikanku di sebuah café bersebrangan dengan apartemen ku. Ketika aku meliriknya ia melirik kopinya. Aku kembali memperhatikan jalan.
Dia melirik ku lagi.
Aku meliriknya, dan kemudian dia melirik kopinya dan mengibaskan rambutnya tiba-tiba saja, membuat aku tertawa ditengah jalan.
Tiba-tiba chaerin datang dari arah berlawanan dan melambaikan tangannya. Aku membalas lambaian tangannya. Dan kau tahu, aku menahan tawa sampai apartemen setelah itu, karena ‘kuda’ itu melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahku. Setelah aku dan chaerin berpapasan, barulah ia menurunkan tangannya dan berpura-pura menepuk nyamuk. Hahahahahhahah XD
Sampai di apartemen, aku hanya berfikir apakah ‘kuda’ itu cukup berbahaya sampai kedua bocah memperingatiku dan meremas-remas fotonya. Yasudahlah .. kedua bocah itu kan memang terlalu melebih-lebihkan sesuatu. Eh, ralat. Mereka melebih-lebihkan segalanya.

No comments:

Post a Comment

komen yuk ! i'll hear you roar !

Nyerempet Jodoh

nyerempet jodoh haiiii..  its been 2018 and im back..  lol been wasting all the entire past year for something unworthy,  maybe..  but th...