Wednesday, February 15, 2012

❝Another Confession❞ [END]


Siwon POV
Seseorang menepuk lenganku, padahal hampir saja aku mendapatkan tiket keretaku.
“maaf tuan, anda membuat keributan di stasiun ini, saya harap anda segera meninggalkan tempat ini.” kata seorang berpakaian polisi padaku.
“ya.. aku akan segera pergi ke shibuya sekarang juga” jawab ku.
“maaf tuan lihatlah apa yang kau lakukan!” bentak pak polisi kali ini. dia menunjuk-nunjuk segerombolan anak sekolahan yang memadati stasiun. Stasiun terlihat sangat kacau.
Mereka meneriakkan namaku. Oushhh … tolong Tuhan, jangan kali ini.. aku harus menemukan yesung hyung.
Polisi itu mulai mengeluarkan pentungannya.
“aaa.. aa.. a.. aku salah.. maaf pak polisi. Aku segera pergi ..” kataku, sedikit ketakutan kalau polisi itu memukulku. Polisi itu bersama beberapa polisi lainnya mulai membawaku dan menjaga ku keluar dari keributan ini.
Yesung hyung di shibuya. Dan aku sama sekali tak bisa ke shibuya. Aaaa betul ! aku hanya tinggal menyamar ke dalam stasiun. Tapi beberapa meter dari arahku, para ELF masih berkumpul.
Ini benar-benar membuatku frustasi.
Hmm… bagaimana kalau naik pesawat ke shibuya ? naik taxi ? naik bis ? aku tak mengerti shibuya itu dimana……………. Benar-benar membuat ku frustasi.
Tiba-tiba aku kembali mengingat kata-kata heechul hyung. Benar. Dia pergi ke stasiun.  Tapi, kalau yesung hyung bunuh diri, dia mungkin sudah berada di berita-berita sekarang juga. Tapi bagaimana kalau dia memang di shibuya dan tersesat…
Aku berlarian tak karuan sambil berfikir jalan keluar bagaimana aku bisa sampai shibuya. Beberapa gerombol ELF mulai terlihat menyerah mengejarku. Dan aku melihat sebuah toko bunga.
Aku menatap bunga-bunga itu penuh harapan bertemu yesung hyung. Hyung … aku benar-benar menghawatirkanmu.
“apa kau mau membeli bunga ?” Tanya sang penjaga bunga. Sepertinya aku menatap bunganya terlalu lama.
“untuk kekasihmu ? aku saran kan mawar merah ..” katanya lagi.
“aaaaa… tidak.. aku hanya melihat lihat.” Jawab ku. Sebenarnya aku merasa malu. Ini pertama kalinya aku berdiri begitu lama di toko bunga.

Dan beberapa langkah kemudian, aku kembali ke toko itu, membeli satu bucket mawar merah. Aku harap aku benar-benar menemukan yesung hyung dan dapat memerikan mawar ini padanya.
Aku berlarian kesana kemari. Huh! Benar benar melelahkan. Aku berteduh dari teriknya sinar matahari dibawah bayangan sebuah bangunan besar di Tokyo.
Aku menatap langit. Dan melihatnya. Apa ini fatamorgana ?
Aku melihat yesung hyung, di Tokyo tower, dia membuka lengannya lebar-lebar seakan ingin terbang jauh.
Adrenalin ku langsung berpacu kencang. Aku berlari memasuki tower berlari sekencang-kencang nya. Sirene berbunyi di belakangku.
“perhatian-perhatian.. kau belum membayar tiket masuk tuan ..” pojok informasi meneriakiku. Ketika aku menengok kebelakang, beberapa security mengejarku.
Ini tidak penting! Nyawa yesung hyung dalam bahaya. Dia akan melompat. Aku harus menyelamatkannya.
Aku berlari seakan aku akan mati bila aku tak berlari. Nyawaku ada pada nya. Yesung hyung, tunggu aku sebentar lagi.
Aku sampai di lantai yesung hyung berada. Disana aku melihatnya, yesung hyung menutup kedua matanya, menarik nafas panjang. Bahkan dari jarak yang lumayan jauh aku dapat mendengar nafasnya.
“hyung… andwaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!” teriakku. Lalu segera memeluknya agar ia tak terjatuh.
“yaaaa!!! Iphone ku jatuh! Iphone ku jatuuuhhhh! Kau .. ba … bo …” teriak yesung hyung yang kemudian mereda saat melihat bahwa diriku yang memeluknya.
Mata kami berpapasan satu sama lain. Aku menangis.
“hyung … mianhae ….” Kataku menyodorkan bucket bunga mawar yang ku bawa. Aku hanya menangis tak karuan.
Yesung hyung hanya membuka mulutnya lebar-lebar. Kedua matanya terbuka lebar dia beberapa kali menggelengkan kepalanya.
Aku menghentikan tangisku. Yesung hyung masih saja berekspresi seperti tadi. Aku mulai memperhatikannya dan sekelilingku.
“ahh…bunganya …” kataku saat melihat bucket bunga yang ku bawa. Mungkin karena aku berlari terlalu kencang, bunganya berjatuhan sehingga tersisa batang, dan satu bunga yang hampir patah dari batangnya.
Aku menarik bunganya. “mian..” kataku. Yesung hyung memegangi bunga itu sangat kencang.
“bagaimana kau bisa kemari ?” Tanya nya seakan melupakan semua yang terjadi.
“naik pesawat ..” jawabku.
“bukan itu ! mengapa kau bisa ada di jepang! Mengapa kau mencari ku, mengapa kau mencariku disini dan membawakan seikat bunga, ah tidak sebatang bunga mawar patah padaku, memelukku dari belakang dan menjatuhkan iphone ku ke bawah sana ! waeeeee!!!” Tanya nya panjang lebar.
Seperti nya yesung hyung benar-benar marah. Aku menarik nafas panjang.
Aku mencoba mengenggam tangan yesung. Matanya melirik kea rah bunga patahnya.
“hyung ….”
“kau menyukai kyu kan! Jawab dengan jujur!” potong yesung hyung saat aku akan menjawab pertanyaan sebelumnya.
“tidak sama sekali …” jawabku.
Yesung hyung menatap ku tajam, membuat bulu punggungku berdiri.
“baiklah… bukannya tidak sama sekali.. aku mungkin menyukai kyu…”
“benar kan …” potong nya lagi. Sekarang diiringi tangis.
“kau pria  jahat ! nappennom !!!” teriaknya kemudian memukuli dadaku.
“hyung … mian ..” jawabku ikut menangis.
“sejauh apa hubungan mu..pantas saja aku melihat kyu keluar dari kamarmu, rambutya.. rambutnya berantakan … dan kau.. kau menggendong nya.. aku bahkan tak pernah kau gendong…” katanya panjang lebar.
Dia pasti sangat cemburu saat itu, dia bahkan tak banyak bicara biasanya, tapi kali ini dia memotong semua perkataan ku dan menyimpulkan sendiri semuanya menurut sudut pandangnya.
Yesung hyung menutup matanya dengan kedua tangannya, menangis tersedu-sedu dan berlutut seakan tak kuat lagi berdiri.
“hyung.. kau salah ..” kataku meyakinkannya. Dan mencoba membangunkannya.
Dia hanya menggeleng keras.
“untuk apa aku mencari mu ke sini.. berlari dari stasiun ke sini, hampir pergi ke shibuya.. dan bahkan masuk ke tower ini tanpa membeli tiket dengan membawa lari sebucket bunga yang akhirnya tersisa satu batang..” teriak padanya.
Dia membuka kedua matanya. “ kau ??”
Aku mengangguk. Mencoba menahan tangis ku. Aku benar-benar bahagia menemukannya. Aku tak akan membuatnya kecewa lagi.
“wae?” Tanya nya pelan.
Aku menatapnya tajam. Kedua tangan ku mengusap pipi nya yang lembab oleh air mata. Aku menarik nafas panjang, dan cup. Aku mengecup bibir nya. Asin, karena air matanya membasahi bibirnya.
“aku mencintai mu.. kau tahu itu ?”
“wae ?” Tanya nya dengan ekspresi dingin.
“aku juga tak tahu kenapa aku mencintai mu…” jawab ku lagi.  
Dia pun memelukku, dan membisikkan “aku juga mencintai mu”



END

2 comments:

  1. Akhirnya end jga...
    Waaa wonppa lcu deh lri2an, bwa bunga tpi dh ancur, dan jthin iphone yeppa..

    Happy ending.. Snengnya..
    Yewon.. Aku ska.. Haha

    ReplyDelete
  2. so sweet....
    kasian juga wonppa hehehe.... tapi apa sih yg ngga kalo buat yeppa...:)

    ReplyDelete

komen yuk ! i'll hear you roar !

Nyerempet Jodoh

nyerempet jodoh haiiii..  its been 2018 and im back..  lol been wasting all the entire past year for something unworthy,  maybe..  but th...