Wednesday, February 15, 2012

❝Another Confession❞ [part IV]


Siwon POV
Tokyo, 06:00 AM.
Good morning you … ermmm .. beautiful (but not perfect without yesung hyung) world.
Selama di pesawat, hatiku tak karuan.
Yesung hyung dimana ? bagaimana kalau dia ditawan yakuza jepang? Atau … ahhh aku tak berani memikirkan bahaya terburuk yang dapat menimpa yesung hyung.
“hyungggg..” teriak seseorang. Ah ! betul. Itu pasti jongjin, di Tokyo mana mungkin ada yang berteriak hyung.
“bagaimana ? apa ada kabar terbaru ? apa ada jejak-jejak dari nya ?” pertanyaan yang paling pertama ku lontarkan ketika mendapati jongjin yang menjemputku.
Jongjin hanya menggeleng. Kedua matanya sedikit bengkak, mungkin karena kurang tidur, atau menangisi hilang nya yesung hyung semalaman.
Yesung hyung hilang saat dirinya dan jongjin minum-minum di sebuah restoran. Saat itu jongjin dibangunkan oleh waitres resto dan baru menyadari hilangnya yesung hyung beberapa jam saat kembali ke hotel. Kemudian dia menelpon ku.
Oh.. tunggu dulu. Mengapa jongjin malah menelponku ? analisa ku saat kami duduk di taxi menuju hotel.
Aku mengernyitkan dahi ku menatap jongjin, adik kandung yesung hyung yang tidak terlihat seperti yesung hyung sedikitpun.
Jongjin hanya mengelus-elus koming.
“wae?” Tanya ku.
“mwo ? wae apanya ?” Tanya jongjin.
“kenapa malah menghubungi ku saat yesung hyung hilang..”
“bukan kah kau dan yesung hyung mempunyai …aw..” jawabnya. Kami berada di taxi dan dia hampir membeberkan hubungan ku dan yesung hyung. Dan aku sengaja mencubitnya.
“wae…. Ajushi itu kan orang jepang, dia tidak akan mengerti ucapan kita..” kata jongjin mengelus-elus lengannya yang ku cubit.

Benar juga.
“lanjutkan … wae ?” Tanya ku lagi.
“yesung hyung depresi melihat kau dengan kyu terus.. dia berdiam diri terus bahkan di hadapanku.. aku takut ….” Jawab jongjin disertai sedikit isakan.
Mataku menerawang. Benarkah ? dia cemburu ? dia mengira aku berselingkuh dengan kyu ? bagaimana ini ??? aku bahkan tak menyadarinya ..
Kami sampai di hotel tempat jongjin dan yesung hyung menginap. Aku mencoba menyelidiki sekitar hotel. Tapi, huh, yeah … aku kira aku ini detective atau apa, aku kan hanya actor, tanpa script, bagaimana aku bisa menyelidiki kasus ini. Aku menarik nafas dalam-dalam.
“kau sudah menghubungi polisi ?”
“belum.. aku tak bisa bahasa jepang, kau tau kan yesung hyung, dia pintar bahasa jepang, sedangkan aku …”
“ne .. ara.. baiklah begini saja, kau tinggal di hotel.. menunggu bila yesung hyung tiba-tiba menghubungi mu atau kembali kesini, aku .. aku akan mencarinya”
“mencari dimana ?” 
Pertanyaan jongjin kembali membuatku sadar. Aku akan mencari nya dimana ? aku bahkan tidak mengerti peta jepang, hanya beberapa kota besar yang ku tahu. Bahasa jepang ku pas-pasan.
“dimana pun asal ku temukan. Ya . tuhan pasti memberi jalan.” Jawabku meyakinkan jongjin. Padahal aku sendiri tak yakin.
Aku mulai berjalan dan berteriak “yesung hyung !! yesung hyung !!”
Tak ada respon. Tentu saja. Mungkin yesung hyung sudah berada entah dimana.
Aku pun mulai mengabarkan ini pada member suju lainnya. Teuki dan shindong hyung menganggap ini bercanda. Sungmin dan ryeowook tidak mengangkat telponku. Kyuhyun mencoba menenangkanku tapi kau tahu sendiri kan, dengan berbagai ucapan evil yang ia lontarkan, malah membuat perasaan ku lebih buruk. Donghae hampir menangis histeris dan eunhyuk akhirnya menenangkannya. Tapi kata-kata heechul hyung yang paling membuatku lebih khawatir.
“bila aku jadi yesung yang kau campakkan.. aku mungkin akan bunuh diri, hmmmm…”
“yaaa… hyungggg …..” jawab ku cemas.
“mungkin melompat dari Tokyo tower… aaa tidak… mungkin menunggu di tabrak kereta di stasiun ?”
Glek. Aku hanya terdiam tak menjawab apapun. Tiba-tiba wajahku panas memikirkan hal-hal itu.
“yaaaa… aku hanya bercanda .. hahahahhahahahahah” kata heechul hyung yang sekarang tertawa seperti orang gila.
“tidak lucu hyung” jawab ku ketus.
“kau harus membelikannya bunga kalau kau menemukannya. Temukanlah ia ! fighting !”
Dan tut tut tut. Telpon pun terputus.
Sekarang hanya tinggal aku yang berlarian kesana kemari seperti orang gila yang meneriakkan nama yesung hyung.  Badan ku bergetar mengingat kata-kata heechul hyung.
Melompat dari Tokyo tower ?? aaaa andwae andwae !!!
Bunuh diri di kereta ? wah apa yesug hyung tak tahu kalau bunuh diri di kereta jepang akan di tuntut berjuta-juta won karena merugikan waktu berjuta-juta warga jepang. Tidak mungkin. Harusnya yesung hyung tau dan tidak melakukan itu.
Tanpa terasa langkah kaki ku membawaku menuju stasiun kereta. Aku berharap tak menemukannya disini. Aku berharap kata-kata heechul hyung salah. Yaaaa!! Mereka kan AB lines, pasti memiliki pemikiran yang sama. Ini benar-benar membuat ku stress !
Kaki ku melangkah cepat melewati lorong-lorong stasiun. “yesung hyung !!!!!!!” teriakku.
“ahhh.. siwon oppaaaa~~” teriak seorang fangirl.
Aku tak memperdulikannya.
“aku tahu dimana yesung oppa berada !” teriaknya lagi dalam bahasa korea. Mataku membulat. Lalu menatap gadis itu tajam.
Bola matanya sangat besar, pipi-pipi chubby nya merona saat aku menatapnya.
“dimana ?” Tanya ku penuh rasa penasaran.
“tapi kau harus berfoto dengan ku.” Tawar nya.
“sure thing, asal aku menemukannya, tapi katakana dulu dimana ..”
“tadi malam saat teman ku pulang les larut malam, dia mengirimi ku sms kalau dia bertemu yesung oppa di gerbong kereta menuju shibuya. Yesung oppa sangat ganteng katanya … aaa aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya segerbong dengan yesung oppa, dia tersenyum malu, dan kau oppa… kau sangat gantenggggg …” kata fangirl itu panjang dan lebar disertai segala imajinasinya. Matanya memicing saat mengatakan kata ‘ganteng’ pipinya merona sepanjang kata yang ia ceritakan.
Glup. Aku hanya menelan ludah. Shibuya ! aku harus ke shibuya!
Aku lupa janji ku untuk berfoto bersama, aku langsung berlari menuju loket tiket, beberapa antrian pun tak sengaja aku potong. Mereka berteriak teriak dalam bahasa jepang.
“hah .. hah.. hah … shibuya !” kataku sambil terengah engah di loket taxi sambil memberikan beberapa yen.

Yesung POV
“kalau tak punya uang, jangan naik taxi !!” kata taxi driver padaku.
“aaa.. gomennasai ..” kataku membungkukkan badan.
Taxi itu langsung melaju kencang.
Huft ! uang ku habis. Aku bahkan belum sampai di hotel.
Semalaman menaiki kereta entah kemana arah tujuannya, menunggu stasiun buka kembali dan kembali ke Tokyo otomatis membuat uang di saku ku habis. Sialnya dompet ku tertinggal di hotel.
Aku segera meraih iphone ku untuk menghubungu jongjin. Dia pasti sudah merindukan ku semalaman, aku hanya tinggal menunggu nya menjemputku di sini.
“siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallll” teriakku mendapati iphone ku yang mati kehabisan batre.
Bagaimana nasib ku ? aku ada dimana …. Oh! Tokyo tower.. disebelahku ada Tokyo tower, tapi bagaimana aku pulang ? aku bahkan tak melihat lingkungan sekitar hotel ku, aku tak pernah melihat Tokyo tower sebelumnya.
Aku berjalan kesana kemari seperti orang bodoh. Otte ??? aaa otte ?? aku tak punya uang…. Teriak batinku.
Tiba-tiba ada sekumpulan anak sekolah yang berbisik bisik melihat ke arahku.
“anyyeong” sapa ku. Mereka pasti seorang fangirl.
“yattaaaaaaaaaaaaaaaaa! Dia benar-benar yesung !!” teriak salah seorang dari mereka.
Aku hanya tersenyum lebar. Seperti nya aku tahu jalan keluar masalahku.
“kalian mau berfoto dengan oppa ?” ajakku.
“haaaaaaaaaaaaaahhh!” teriak mereka histeris. Aku hanya tersipu malu.
“tapi ….” Kataku lagi. Teriakan mereka terhenti mendengar kata tapi. Satu persatu mereka mencoba menatapku, tapi kemudian menunduk malu.
Aku hanya menggaruk kepalaku yang tak gatal.
“oppa kehabisan uang..apa kalian mau memberikan oppa uang untuk naik taxi ?” Tanya ku agak serius. Aku menarik nafas panjang menunggu jawaban mereka.
Mereka saling tatap. Kelihatannya aku akan di tolak.
“ano …oppa.. taxi itu terlalu mahal untuk anak sekolah .. bahkan uang kami yang di kumpulkan tidak akan cukup…” kata salah seorang fangirl berambut keriting.
Betul juga! Taxi di jepang sangat sangat mahal.
“aaaa…” kata ku dengan tanpa ekspresi.
“tapi kami bisa membelikan mu tiket menaikin tower ini kalau kau mau ..” katanya lagi. Senyumnya mengembang berharap aku menerima tawarannya.
Aku tak akan tega menolak mereka.
Akhirnya setelah beberapa kali jepretan foto, mereka memberikan sebuah tiket memasuki tower ini.
Aku hanya menarik nafas panjang.
Tak apa yesung, setidaknya kau punya waktu lebih banyak untuk menenangkan pikiranmu dari siwon dan kyu…
Memikirkan mereka berdua saja membuat ku tidak mood kembali. Teganya siwon melupakan ku dalam sekejap hanya demi kyu.
Dari atas tower, ribuan orang terlihat sangat sibuk di bawah sana. Mereka berjalan dari segala arah, ada berbagai macam kendaraan memadati jalan. Jepang benar-benar Negara yang sibuk. Aku menikmati udara segar di atas sini, silaunya matahari yang terbit dari ufuk timur membuat wajahku hangat. Pagi seperti ini, di tower yang cukup sepi ini, aku merasa sangat tenang.

No comments:

Post a Comment

komen yuk ! i'll hear you roar !

Nyerempet Jodoh

nyerempet jodoh haiiii..  its been 2018 and im back..  lol been wasting all the entire past year for something unworthy,  maybe..  but th...