chapter 2
sudah hampir 3 hari siwon tidak melihat yesung dimanapun. kata teukie, yesung sedang ada tugas khusus dari manajer hyung sebelum ia wamil. beberapa kali siwon mencoba menghubungi yesung, tapi tidak pernah ada jawaban.
"hyung, benarkah ada tugas khusus? tugas seperti apa ?" tanya siwon cemas.
"aku juga tidak begitu tahu, tapi mereka pergi ke pulau jeju.."
"haaahhh ! ke pulau jeju ? mengapa sangat mendadak ! dan mengapa tidak ada yang ikut selain yesung hyung ?"
"ahhh sudahlah lagian kan kau banyak jadwal pemotretan, tidak akan bisa ikut dengannya." kata teukie sambil tersenyum-senyum membaca sms di hp nya.
"ada apa hyung ?"
"ini bacalah .. hahha anak sd umur 7 tahun sering mengirim sms padaku.. hahaha ah, aku ternyata sangat populer" kata teukie dengan bangga, sifat pedo-nya mulai keluar. 'author ditimpukin'
siwon beranjak tanpa berkata apa-apa.
"yaaaa~ mau kemana ?" tanya teukie.
"han river, aku akan menemui seorang teman."
"hyung, benarkah ada tugas khusus? tugas seperti apa ?" tanya siwon cemas.
"aku juga tidak begitu tahu, tapi mereka pergi ke pulau jeju.."
"haaahhh ! ke pulau jeju ? mengapa sangat mendadak ! dan mengapa tidak ada yang ikut selain yesung hyung ?"
"ahhh sudahlah lagian kan kau banyak jadwal pemotretan, tidak akan bisa ikut dengannya." kata teukie sambil tersenyum-senyum membaca sms di hp nya.
"ada apa hyung ?"
"ini bacalah .. hahha anak sd umur 7 tahun sering mengirim sms padaku.. hahaha ah, aku ternyata sangat populer" kata teukie dengan bangga, sifat pedo-nya mulai keluar. 'author ditimpukin'
siwon beranjak tanpa berkata apa-apa.
"yaaaa~ mau kemana ?" tanya teukie.
"han river, aku akan menemui seorang teman."
mobil siwon melesat cepat menuju han river. ia melihat-lihat disekitar, mencari seorang elf yang ia sukai saat di fitness. ketika melewati taman, ia menepikan mobilnya.
siwon memakai kacamata hitamnya dan berjalan menuju bangku taman. Bangku dimana yesung menggaruk-garukkan tangannya.
"pfhhihihi" tawa siwon mengingat apa yang yesung lakukan, 'babo itu benar-benar terlihat babo, menggaruk-garuk bangku, apa yang ia lakukan..' pikir siwon.
siwon duduk di bangku itu, sekilas, tidak ada yang aneh. lalu ia hanya terdiam, memandangi langit yang mulai berawan. clouds..
-siwon POV-
aku tak mengerti awalnya mengapa aku bermimpi yesung hyung menciumku, dan aku lebih tak mengerti mengapa sekarang semua itu seperti bukan mimpi, semua itu adalah realita. aku tak mengerti mengapa semua ini bisa menjadi salah, mengapa apel ini berada bukan di tempatnya. akuuuuuu.. galau ..
aku memegangi bangku ini, bangku dimana tertulis 원니 ~ 미안해 너무 사랑해, 나 너무 아파 .. wonnie, maaf aku sangat mencintai mu, aku sangat kesakitan .. tulisannya begitu kecil, dan hampir tak terbaca.
itu tulisan yesung hyung! tentu saja aku mengenalnya, ia menulis di bangku ini dengan spidol, dan mungkin ia menggaruk bangku ini agar tulisan itu tidak diketahui oleh ku saat aku mencarinya disini. dan mungkin yesung hyung melihat ku memeluk elf itu di cafe.
aku sungguh bingung, mengapa ini harus terjadi. di satu sisi, aku tak bisa berbuat apa-apa bila yesung hyung benar-benar menyukai ku, di sisi lainnya, dia sahabat ku, aku menyayanginya, seharusnya aku memberitahunya bahwa semua ini salah..
siwon memakai kacamata hitamnya dan berjalan menuju bangku taman. Bangku dimana yesung menggaruk-garukkan tangannya.
"pfhhihihi" tawa siwon mengingat apa yang yesung lakukan, 'babo itu benar-benar terlihat babo, menggaruk-garuk bangku, apa yang ia lakukan..' pikir siwon.
siwon duduk di bangku itu, sekilas, tidak ada yang aneh. lalu ia hanya terdiam, memandangi langit yang mulai berawan. clouds..
-siwon POV-
aku tak mengerti awalnya mengapa aku bermimpi yesung hyung menciumku, dan aku lebih tak mengerti mengapa sekarang semua itu seperti bukan mimpi, semua itu adalah realita. aku tak mengerti mengapa semua ini bisa menjadi salah, mengapa apel ini berada bukan di tempatnya. akuuuuuu.. galau ..
aku memegangi bangku ini, bangku dimana tertulis 원니 ~ 미안해 너무 사랑해, 나 너무 아파 .. wonnie, maaf aku sangat mencintai mu, aku sangat kesakitan .. tulisannya begitu kecil, dan hampir tak terbaca.
itu tulisan yesung hyung! tentu saja aku mengenalnya, ia menulis di bangku ini dengan spidol, dan mungkin ia menggaruk bangku ini agar tulisan itu tidak diketahui oleh ku saat aku mencarinya disini. dan mungkin yesung hyung melihat ku memeluk elf itu di cafe.
aku sungguh bingung, mengapa ini harus terjadi. di satu sisi, aku tak bisa berbuat apa-apa bila yesung hyung benar-benar menyukai ku, di sisi lainnya, dia sahabat ku, aku menyayanginya, seharusnya aku memberitahunya bahwa semua ini salah..
hujan mulai jatuh ke bumi satu persatu. petir menyambar mewarnai langit yang kelabu. Tuhan pasti menghukumku. apa yang harus aku lakukan.
---
sudah seminggu semenjak yesung hyung tidak terlihat lagi. akhir-akhir ini aku terus berdoa dan meminta ampun kepada Tuhan atas semua kesalahan ini. tapi yang lebih aku tak mengerti, aku sungguh tak bisa tidur, aku tak bisa memejamkan mataku. aku hanya mencemaskannya, yesung hyung .. aku mencemaskan .. sahabatku .. hyungku ~
dan akhirnya orang yang ku cemaskan datang, ia tersenyum ramah seperti tidak terjadi apa-apa.
saat ia melewati pintu depan, aku langsung menyerbunya. memeluknya penuh rasa kasihan, betapa sakitnya ia saat menyimpan perasaannya kepadaku.
"ada apa ?" ia bertanya menunjukkan ekspresi terkejut, yang masih terlihat lucu sehingga aku ingin tertawa.
"hyung, mianhae ..."
"untuk apa kau meminta maaf?"
"apa karena aku, kau ingin pergi wamil .. aku sungguh tidak tahu.. aku benar-benar bodoh ..."
yesung hyung memegang philtrum ku sebelum aku mengatakan lebih banyak. donghae dan eunhyuk yang baru datang langsung melihat kami keheranan.
"bicaralah dengan ku nanti ..." ia melangkahkan kakinya. aku menahannya, aku menggenggam tangannya yang kecil.
"aku tak bisa membuatmu menderita lebih lama .." kataku pelan, aku benar-benar ingin menyelesaikan semuanya.
aku membawanya ke mobilku, lalu mengendarai mobilku menuju han river, menuju bangku taman itu. yesung hyung memegang tanganku sebelum aku membuka pintu mobilku.
"bicara disini saja" katanya pelan, sepertinya ia hampir menangis.
"hyung .. kau salah ... kau meletakkan apel bukan ditempatnya .. kau salah hyung .."
'hiks hiks' isak tangis yesung hyung mulai terdengar. aku memegangi wajahnya, mengingatkan aku dengan apel-apel itu, apple shapped face ..
"aku tahu, maka aku akan pergi dari sisimu walaupun .. hiks ..."
"hyung-ah .. " aku berusaha memeluknya, tapi yesung hyung menolaknya.
"jangan pernah melakukan itu lagi! jangan memelukku, merangkulku, menghawatirkan ku! jangan pernah menelponku, menanyakan kabarku ! aku pun tidak akan pernah memegang philtrum mu lagi! aku tidak akan pernah meraba abs-abs mu ! aku akan berusaha melenyapkan perasaanku! tolonglah aku tidak ingin terus sakit seperti ini.."
'gulp' aku hanya bisa menelan ludah ku, aku bahkan tidak tega melihatnya menangis, apalagi kali ini ia menangis karena aku. aku sangat ingin memeluknya, aku sangat ingin merangkulnya, memegangi wajah apel nya .. aku ingin terus bersamanya, tapi tidak seperti ini.. aku ingin seperti dulu ..
-yesung POV-
hati ku benar-benar sudah diledakkan. lega rasanya ketika dia sudah mengetahui yang sebenarnya, tapi aku memang harus menelan pil pahit ini. aku memang sudah bersiap merasakan sakit ini, karena aku tahu dia tidak akan pernah menerima perasaan seperti ini.
---
sudah seminggu semenjak yesung hyung tidak terlihat lagi. akhir-akhir ini aku terus berdoa dan meminta ampun kepada Tuhan atas semua kesalahan ini. tapi yang lebih aku tak mengerti, aku sungguh tak bisa tidur, aku tak bisa memejamkan mataku. aku hanya mencemaskannya, yesung hyung .. aku mencemaskan .. sahabatku .. hyungku ~
dan akhirnya orang yang ku cemaskan datang, ia tersenyum ramah seperti tidak terjadi apa-apa.
saat ia melewati pintu depan, aku langsung menyerbunya. memeluknya penuh rasa kasihan, betapa sakitnya ia saat menyimpan perasaannya kepadaku.
"ada apa ?" ia bertanya menunjukkan ekspresi terkejut, yang masih terlihat lucu sehingga aku ingin tertawa.
"hyung, mianhae ..."
"untuk apa kau meminta maaf?"
"apa karena aku, kau ingin pergi wamil .. aku sungguh tidak tahu.. aku benar-benar bodoh ..."
yesung hyung memegang philtrum ku sebelum aku mengatakan lebih banyak. donghae dan eunhyuk yang baru datang langsung melihat kami keheranan.
"bicaralah dengan ku nanti ..." ia melangkahkan kakinya. aku menahannya, aku menggenggam tangannya yang kecil.
"aku tak bisa membuatmu menderita lebih lama .." kataku pelan, aku benar-benar ingin menyelesaikan semuanya.
aku membawanya ke mobilku, lalu mengendarai mobilku menuju han river, menuju bangku taman itu. yesung hyung memegang tanganku sebelum aku membuka pintu mobilku.
"bicara disini saja" katanya pelan, sepertinya ia hampir menangis.
"hyung .. kau salah ... kau meletakkan apel bukan ditempatnya .. kau salah hyung .."
'hiks hiks' isak tangis yesung hyung mulai terdengar. aku memegangi wajahnya, mengingatkan aku dengan apel-apel itu, apple shapped face ..
"aku tahu, maka aku akan pergi dari sisimu walaupun .. hiks ..."
"hyung-ah .. " aku berusaha memeluknya, tapi yesung hyung menolaknya.
"jangan pernah melakukan itu lagi! jangan memelukku, merangkulku, menghawatirkan ku! jangan pernah menelponku, menanyakan kabarku ! aku pun tidak akan pernah memegang philtrum mu lagi! aku tidak akan pernah meraba abs-abs mu ! aku akan berusaha melenyapkan perasaanku! tolonglah aku tidak ingin terus sakit seperti ini.."
'gulp' aku hanya bisa menelan ludah ku, aku bahkan tidak tega melihatnya menangis, apalagi kali ini ia menangis karena aku. aku sangat ingin memeluknya, aku sangat ingin merangkulnya, memegangi wajah apel nya .. aku ingin terus bersamanya, tapi tidak seperti ini.. aku ingin seperti dulu ..
-yesung POV-
hati ku benar-benar sudah diledakkan. lega rasanya ketika dia sudah mengetahui yang sebenarnya, tapi aku memang harus menelan pil pahit ini. aku memang sudah bersiap merasakan sakit ini, karena aku tahu dia tidak akan pernah menerima perasaan seperti ini.
aku benar-benar sudah bersiap untuk wamil. tinggal 3 hari lagi, aku akan berpisah dengan semuanya. dengan ayah ibu ku, adikku, ketiga anak kura-kura ku, anak anjing baru ku, elf, dan member super junior, terutama siwon. aku tahu ini akan sangat berat bagiku, tapi setidaknya aku akan mencoba melupakan rasa sakitku. disini. dihatiku. dan hal positifnya, aku bisa bertemu kangin disana. aku juga merindukannya.
hari ini aku mengambil dan membereskan barang-barang ku di dorm kami. sungmin, ryeowook, donghae, dan kyuhyun membantuku merapikan semua barangku.
"hyung ~ kenapa sangat terburu-buru" kata donghae, suaranya sangat kecil, sepertinya dia akan segera menangis.
kyuhyun mengelus-ngelus punggung donghae untuk menenangkannya, tapi tangisan donghae semakin menjadi-jadi. ahh bocah ini..
"aku akan pulang, tenang saja, aku akan selalu mengunjungi kalian, dan kalian pun harus mengunjungi ku.."
"tapi hyung. huweeee aku akan merindukan mu.. huhuhuhu" tangisan donghae semakin menjadi jadi. aku hanya memeluknya, air matanya selalu mengalir begitu saja.
kyu, ryeowook, dan sungmin ikut memeluk ku dan donghae. aishhh.. mereka ini, membuat aku menangis saja. dan dalam sekejap suasana pun berubah menjadi haru, kami menangis bersama.
---
aku pergi keluar dorm, disana sudah banyak elf yang menungguku, aku melihatnya, seseorang yang dipeluk siwon di cafe dekat han river. dia seorang elf. melihat kerumunan mereka, melihat mereka meneriakkan namaku, melihat mereka menangis untuk ku .. aku benar-benar tak bisa menahan air mataku.
"terima kasih banyak kalian sudah mencintaiku.." kataku, mungkin memalukan, aku menangis..
mereka pun ikut menangis "oppppppppppppppppppppppaaaaa"
"uljimayo .." kataku, aku menghapus air mataku. mereka tetap menangis, memanggil namaku, berkata jangan pergi .. tapi tiba-tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang.
teriakan-teriakan elf semakin keras. mereka menangis semakin keras. aku tahu, pelukan ini, aku sering, dipeluk seperti ini. air mataku benar-benar seperti sudah habis, aku bahkan tidak bisa menangis kali ini. Atau mungkin aku bahagia? Aku terbawa fantasi ku lagi ketika bersamanya.
"hyung ah ~ apa yang harus aku lakukan .." katanya. ia menangis. siwon menangis, di depan ratusan elf yang juga menangis bersamaku.
aku melepaskan pelukannya.
"hyung ah ~ malam ini, tolong .. tetap tidur disamping ku malam ini .." katanya pelan, aku mulai melangkahkan kaki ku sambil menyeret koper yang ku bawa.
teriakan elf semakin menjadi-jadi, ketika aku menengok kebelakang, siwon sedang berlutut, sambil menangis. mengapa dia melakukan semua ini ..
aku merangkulnya.. hampa. rasanya..
siwon menyeret koper ku kembali ke dalam dorm, dan aku pun menyuruh para elf itu pulang. aku melihatnya lagi, elf yang bersama siwon di han river, ia memandangiku, wajahnya sembap..
"oppaa .. jangan pergi .. jebal" katanya pelan. aku mengelus pipinya, dingin. lalu aku kembali masuk ke dalam dorm kami. suasana di dorm pun lebih menyedihkan dari pada suasana di luar dorm. aku menghampiri siwon. ia terus saja memperhatikan koper ku.
"elf itu ..."
dia menoleh kepadaku.
"apa dia orang yang kau suka?" tanya ku, aku mencoba untuk tersenyum tapi bibirku terasa sangat berat, seperti ada beban 50 kg di bibirku, aku tak sanggup untuk tersenyum.
Siwon melirik ke arah ku. Dia tidak berkata sepatah kata pun. ‘sighhhh’ rasanya dadaku sangat sesak.
***
-siwon POV-
Aku akan menanhannya disini. Aku tidak akan membiarkannya pergi lagi … saat ia melangkahkan kakinya keluar dorm, dan banyak elf yang berdiri menunggunya, aku mengumpulkan keberanianku untuk menahannya !
Aku memberanikan diriku merangkulnya dari belakang, di depan elf dan mungkin media massa atau stalker yang ikut disana, toh mereka akan menganggapnya biasa. Yesung hyung bahkan tidak bergeming, saat ku peluk. Dan akhirnya aku berlutut agar ia mau kembali. Sungguh menyedihkan.. aku tak pernah seperti ini sebelumnya, berlutut demi orang yang aku sayangi, yang aku kasihi, dan mungkin yang aku cintai.. entah sejak kapan …
Kupandangi lagi kopernya yang besar .. di dalamnya ada berbagai macam surat keperluan wamil, pakaian-pakaian yesung hyung, dan mungkin barang-barang aneh yang ia bawa, ah ~ mungkin saja ia membawa anjing kecilnya di dalam koper besar ini .. berbagai pikiran aneh merasuki kepalaku. Aku merasa aku ini bodoh dan aneh ! mengapa aku berfikir seperti itu, aku ingin sekai mencuri koper yesung hyung, membawanya ke han river, menenggelamkan koper itu sampai tak ada seorangpun yang akan menemukannya. Mungkin dia tidak akan pergi bila surat-suratnya tidak ada.
Tiba-tiba yesung hyung menanyakan elf itu.. mengagetkan lamunan dan rencana-rencana aneh ku.. aku hanya terdiam. Aku akan terdiam, tak akan menyakitinya lebih banyak..
“siwon-ah ~” dia menyebut namaku .. suaranya yang halus lembut, yang selalu ku sukai melewati gendang telingaku, menuju syaraf-syaraf pendengaranku dan seperti merasuki hatiku.
Aku menggenggam tangan kecilnya.. “aku tak akan menyakitimu lagi hyung~ percayalah”
Saat kami saling pandang, tiba-tiba eteuk hyung datang dan menyerbu kami, dia memeluk kami.
“ja~~ manager hyung ingin bicara dengan yesung !” katanya pelan.. sepertinya ada sedikit rahasia yang ia simpan.
Yesung berjalan gontai meninggalkan aku dan eteuk hyung.. aku memperhatikannya dari belakang, dia yang sangat kurus .. yang selalu iri dengan absku, yang bentuk wajahnya seperti apel …
***
Pagi-pagi sekali saat mereka sedang sarapan, Yesung mencari-cari kopernya di seisi dorm ! koper yesung hilang !
“benarkah tidak ada dimana-mana ?” Tanya donghae menghawatirkan hyungnya.
“aduhh bagaimana ini ??” kata yesung cemas sambil menggeleng..
“tidak mungkin kan ada maling yang menyusup ke dorm dan hanya mencuri koper sebesar itu, lagi pula itu isinya ….” Kata teuki menoleh ke arah yesung, ia menebak-nebak isi koper yesung.
Yesung hanya menggeleng…
“jangan-jangan …. “ donghae melirik ke arah eunhyuk yang sedari tadi fokus menikmati sarapannya.
“fans!”
“mungkin stalker!”
“aaa bukan itu manajer hyung!”
“jangan-jangan eomma mu menyelinap”
“atau mungkin ddangkoma menyeret kopermu!”
Eunhae berseru bersahutan.. dan mereka berdua pun tertawa..
Teuki, yesung dan sungmin yang sedari tadi duduk disamping mereka hanya saling padang keheranan. Ada apa dengan kedua orang ini -__-“
-Yesung POV-
Koperku hilang !!! aisssshhhh ~ padahalkan disana ada ddangkoma, ddangkoming, dan ddangkomeng serta anak anjingku bersama beberapa kotak makanannya .. aaaaaa bagaimana ini !! anak-anak kesayanganku …
Mungkin yang dikatakan eunhyuk benar, ada fans yang menyelinap dan mencuri koperku.. aku tak habis fikir, mengapa seorang fans bisa sangat mengerikan bila mencintai artis pujaannya.
Aku berjalan gontai mengelilingi dorm, tubuh ku sudah hampir remuk, lelah sekali .. tak ku temukan disudut manapun .. bahkan ditempat-tempat tak masuk akal sekalipun.. heechul hyung menyuruhku mencarinya diatas lemarinya, aku menaiki kursi dan meraba-raba segala sesuatu yang terpegang oleh tanganku di atas lemarinya yang sangat besar, terakhir barulah ku sadari heechul hyung hanya mengerjaiku untuk mengambil sisir kesayangannya yang pernah terlempar ke atas lemari.. tentu saja tidak ada koperku disana, dilihat dari arah yang jauhpun tidak ada! Karena koperku besar dan akan terlihat bila memang ada yang menyembunyikannya diatas sana.. dasar mother of evil …. Bahkan kyuhyun juga mengerjaiku, dia bilang sepertinya melihat koperku di ruangan bermain ps.. dan disana aku hanya melihat tumpukan besar cd-cd game yang berserakan..
“aaa sepertinya ditumpukan itu hyung ! coba kau bereskan, siapa tahu ketemu!” katanya memberiku semangat..
Aku sampai lelah membereskan tumpukan cd ini ! dan benar-benar tidak ada koperku ! tentu saja tidak ada! Bagaimana mungkin koperku yang besar tertutupi oleh tumpukan-tumpukan cd itu !
Aaaaaaa sungguh sangat stress memikirkan keempat anakku yang terjebak di dalam koper yang besar dan gelap .. walaupn disana aku simpan lightstick yang akan terus menyala agar mereka tidak ketakutan … anak-anaku pasti sedang kelaparan TTwTT semoga mereka tidak memakan kandang mereka ataupun koperku yang besar.. bagaimana kalau ada yang menemukan mereka dan memasak mereka menjadi sup kura-kura dan tongseng anjing .. aaaaaa setidaknya aku ingin mencoba ! huh otakku benar-benar tak bisa berfikir normal bila sedang seperti ini.. apa memang tidak ada orang normal di dorm ini ! aku menghentakkan kakiku kesal.
A!! tiba-tiba aku teringat sesuatu saat aku menghentakkan kakiku. Siwon!! Dia orang paling normal di dorm ini .. dan aku memang belum menemuinya menanyainya dan memeriksa kamarnya, karena memang dia tidak mungkin melakukan hal sejahat ini … mencuri barang orang, dia tahu itu dosa.. tapi kan tidak ada gunanya aku menanyainya bila dia tidak megetahui apa-apa tetang koperku ! aaahhh sungguh mengesalkan …
-siwon POV-
Aku mengintipnya dari jendela kamarku .. dia menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai, lucu.. sepertinya dia sedang meniruku .. hehehe
Semoga dia tidak mencari kopernya ke kamar ku.. karena aku tidak tahu lagi harus menyembunyikannya dimana .. koper ini terlalu besar untuk kusembunyikan dan kunci di dalam lemari, atau disudut manapun dikamar yang sempit ini.. akhirnya aku hanya menyimpannya dibelakang pintu.. hhh~ lagipula yesung hyung tidak akan mencurigaiku !
Aku tahu ini gila! Aku benar-benar sudah gila .. aku tahu dosa apa yang aku perbuat, dan aku tetap melakukannya, aku sudah memikirkannya dengan sangat matang ! bahkan aku berdoa agar hukuman yang akan ku terima tidak berat.. benar-benar aku sudah gila.. mengapa aku baru menyadari perasaanku yang sesungguhnya saat ia akan pergi ?? dan mengapa aku harus tersesat pada apel yang salah .. padahal sudah jelas dia adalah apel yang selama ini mewarnai hidupku. Aku merasa seperti memiliki dua kepribadian, disatu sisi aku ingin aku menjadi orang sempurna, disisi lain aku benar-benar sudah gila karena aku memang mencintai yesung hyung! Bukankah memang tidak ada orang yang sempurna di dunia ini ..
Lamunanku terhenti karena ada ketukan halus dari pintu kamarku. Darahku seakan naik ke ubun-ubun, jantugku berdetak kencang.
“si..siapa ?” tanyaku agak canggung sambil mengatur nafasku agar tidak terdengar mencurigakan.
“ini aku..” velvet voicenya memasuki gendang telingaku.. sungguh nyaman didengar.
Aku terdiam. Panik. Bagaimana ini! Aku akan ketahuan !!! aku menarik nafas panjang dan mencoba berfikir positif.. merangkai beberapa alibi yang akan ku utarakan bila ia menanyaiku.
Toktoktok.. pintu kamarku kembali diketuk
“siwon ah ???” panggil suara merdu itu lagi.
***
Siwon membukakan pintu kamarnya lebar-lebar. Yesung langsung menyerbu masuk dan memperhatikan satu persatu sudaut kamar siwon. Menggeledah seisi kamarnya.
“ah~~ aku benar-benar sudah gila” kata yesung kesal.
“ada apa hyung?” Tanya siwon, nada suaranya seperti ditekan supaya tidak terdengar mencurigakan.
“mian, aku sudah menyerobot masuk kamar mu! Aku mengira kau mencuri koperku! Aku sungguh sudah gila ~ tidak mungkin kan seorang siwon mencuri ??” kata yesung kesal pada dirinya sendiri.
Siwon hanya mengangkat kedua alisnya.
Yesung memandangi siwon, awalnya ia berfikir siwon yang mencurinya karena sejak kemarin memang koper itu bersama siwon.
-yesung POV-
Aku benar-benar malu sudah mengira siwon mencuri koperku.. aissshh aku benar-benar sudah habis pikir entah dimana lagi harus mencari anak-anakku.
Aku memperhatikan kamarnya lagi.. tertata rapih dan tidak terlihat koperku disudut manapun..
Pintu kamarnya bahkan terbuka lebar untukku.. andai dia menyembunyikannya dia pasti tidak akan membiarkanku masuk. Aku memandang ke luar sana. aissshh matahari diluar sana benar-benar menyilaukan mata sipitku..
siwon masih memandangiku. Hening. Ada perasaan aneh menyerbuku saat aku menatap matanya. Bukan perasaan yang penuh fantasi seperti biasa aku melihatnya.. sepertinya dia .. ahhh .. aku benar-benar tidak tahu tatapan apa ini .. tapi silau terik matahari sangat mengganggu ku saat menatapnya. Wajahnya berkilau seperti saat Edward Cullen terkena matahari.. aku benar-benar terpesona.
Aku mendorong sedikit pintu kamarnya yang terbuka lebar. Wajahnya terkejut. Lucu. Sangat lucu apalagi dibawah siraman terik matahari. Aku hampir tertawa..
“ada apa ?” tanyaku.
Dia menelan ludahnya. Glup. Terdengar sampai telingaku. “hehe tidak.. apa-apa” katanya terdengar gugup ..
Aku memperhatikan nya. Memperhatikan kedua matanya, matanya sibuk memperhatikan salah satu sudut dikamarnya. Matanya tertuju pada pintu itu.. mungkin ia juga merasa silau dan ingin menutup pintunya.
Greeekk. Aku mulai menutup pintu kamarnya. Sungguh aku benar-benar merasa bodoh saat melihat benda besar itu ada disana. Koperku !!! ada dibelakang pintu kamar siwon !! aku segera menarik koper itu ke pelukanku tak memperhatikan bagaimanapun ekspresi yang akan siwon berikan.
Aku segera mengecek anak-anakku di dalam sana .. anak anjingku ! sungguh kasihaaannn TTwTT lighsticknya sudah padam.. anak anjingku terkulai lemas dilantai saat aku keluarkan dari koper.. ketiga anak kura-kuraku kelihatannya baik-baik saja. Mereka memang tidak pernah menunjukkan ekspresi apapun membuat aku kebingungan apakah mereka baik-baik saja atau mereka kesakitan.
Aku menolehkan wajahku ke arah siwon yang membisu sedari tadi. Wajahnya penuh rasa bersalah bercampur shock mengetahui isi koperku.
“hh hyuung~” katanya gugup. Dia masih memperhatikan anak anjingku yang terkulai lemah.
“kau jahat !” teriakku.
“hyung dengar dulu penjelasanku”
“jelaskanlah ! aku sudah benar-benar membencimu! Bila anak-anakku mati, aku akan sangat membencimu selamanya! Aku tidak akan pernah memaafkan mu ~~” kataku . memalukan. Aku menangis saat mengatakannya.. entah karena anak-anak ku atau karena aku tak akan bisa membenci orang yang aku cintai.
Ia memegangi philtrum ku, untuk pertama kalinya.. jarinya yang panjang berada di philtrumku. Jarinya yang halus meraba philtrum ku. Membuat semua isak tangisku terhenti. Membuat jantungku meloncat kesana kemari. Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Hening.
“hyung~ aku sungguh tidak tahu kalau anak-anak mu ada di dalam sana .. mianhae hyung ..” katanya terdengar penuh sesal. Ia melepaskan jarinya dari philtrum ku.
“lalu mengapa kau mengambilnya!”
“itu karena .. jadi sebenarnya begini … aaa bukan ! aku sebenarnya … hyung.. bukankah … itu hyung .. “
“ada apa !!! mengapa omongan mu aneh sekali”
“aaa aku tak bisa berbohong ! aku sebenarnya benar-benar .. ci .. cicicicicici” katanya bergetar. Ia terlihat sangat gugup ketika mengatakan sesuatu dengan awalan ci itu.
Ia memperhatikan sekeliling, matanya tak berani menoleh ke arahku. Anak ini benar-benar!!
“ci ??”
Ia mencoba memperhatikanku. “cincin mu bagus sekali hyung!” katanya menunjuk cincinku.
Aku mengangkat alisku. Sebenarnya aku menahan tawa, sepertinya aku sudah mengerti maksud bocah ini.
“ci?” tanyaku lagi ..
“aaaaa kamu pasti sangat men ci .. ci .. cicicicintai anak-anak mu” katanya lebih grogi ketika mengatakan cicicicinta. Dia membalikkan badannya. Lucu. Seperti anak kecil terperangkap ditubuh yang besar seperti itu.
Aku memeluknya dari belakang. Wajahku sangat panas rasanya. “iya, aku sangat mencintai anak-anak ku.. dan juga …”
Siwon melepaskan pelukanku dan membalikkan badannya ..
“tapi hyung jangan pergi wamil ..” pintanya benar-benar seperti anak kecil sekarang.
“phahahhahha” aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku lagi.
-siwon POV-
Aku benar-benar malu dan tidak mengerti dengan diriku sendiri saat menghadapi si muka apel ini. Aku benar-benar gugup saat aku akan mengatakan bahwa aku mencintainya. Padahal dia sering sekali mengatakan hal itu bahkan bisa menuliskan di bangku taman dulu. Dan sekarang ia tertawa. Apa ia mentertawakan ku.. sungguh ia tertawa dan tak bisa berhenti untuk tertawa. Mukanya sampai memerah seperti apel yang sudah matang.
“puahahahahha”
“mpffhahahah wamil .. mpfhahhaa” tawanya lagi.
“tunggu .. hah .. aku lelah … hahahahha” katanya lalu tertawa lagi.
Aku hanya menundukkan kepalaku, merasa malu, sepertinya dia benar-benar sudah tertawa pusa melihat tingkahku.
“siwon-ah ~ hehehe” katanya. Tawanya sudah mereda.
Aku menatapnya. Dia menatapku.
“manajer hyung bilang, permohonan wamilku tidak disetujui karena terlalu mendadak. Lagi pula tidak ada jadwal wamil di bulan-bulan ini..” katanya sambil tersenyum lebar. Aku suka ! sangat sukaaaa saat ia tersenyum seperti itu.. pipi kurusnya membentuk benjolan-benjolan disebelah kiri dan kanan. Sangat ganteng !
Aku memegangi apple shapped facenya, dan memandangnya penuh bahagia. Dia mengangguk-ngangguk seperti anak kecil, namun disudut matanya terdapat sebuah permata bening yang siap untuk terjun melewati pipinya. Aku menyeka air mata itu. Perasaanku sungguh bahagia .. aku benar-benar ingin seperti ini selamanya. Bersamanya. Kami saling tatap dan sedetik kemudian .. aku memegang philtrumnya dengan philtrumku. Dia menutup matanya, lucu seperti seorang anak kecil saat memakan makanan yang asin atau asam. Wajahnya memerah, wajah apelnya matang, tepat berada di depan wajahku.
“swion ah~ “ ia melepaskan bibirnya dari bibirku. Wajah kami masih menempel satu sama lain.
“hyung-ah~ jangan banyak bicara.. tempelkan lagi philtrum mu.. bukan kah kau sangat menyukai philtrum ku .. semakin lama philtrum mu menyentuh philtrumku, maka philtrum mu akan sekeren philtrumku.” Kataku, lalu mengunci kembali bibirnya.
“apa kau sekarang menjadi guru philtrum ?” tanyanya lagi.
“yap! Absolutely !”
-END- !
;______; :))) ;___;
ReplyDeletesenyum2 nangis baca chap ini ^^
nangis saat sakitnya jadi yesung,, dia mau wamil hwaaa andwae!! :((((
tapi senyum n ketawa ngakak dengan tingkahnya!
garuk2 bangku! hahahah
dan juga sahut2an EunHae! puahahaha itu anak berdua bener2 errrrr hahahaha
and endingnya.... awww co cweeeeetttt >o< my YeWon finalyy.... <3<3<3
aigoo :D thanks mampir nya :*
ReplyDeletewkwkwkwkwk lucu bgt..
ReplyDeleteendingnya gimana ini??? belum ada yg saling mengutarakan satu sama lain waks XD
aahhhh.. keren ah.. romantis as always *buing2*
FIGHTING!!